• SMKN 4 TANGERANG SELATAN
  • Where Tomorrow's Leaders Come Together

EMOSIONAL DAN MENDETEKSI KECERDASAN PESERTA DIDIK

Oleh: M. Khotib, S.Th.I*

Setiap anak dilengkapi dengan emosi untuk mengimbangi rasio yang cenderung bertindak berdasarkan prinsip-prinsip logika. Aspek emosi akan menuntun seorang anak mempertimbangkan berbagai aspek sebelum bertindak. Dalam proses pembentukan emosi anak terdapat beberapa hal yang berpotensi merugikan atau menghambat pertumbuhan emosi mereka secara sehat. Beberapa fenomena dan kejadian yang terjadi pada anak usia sekolah disebabkan oleh kesulitan mereka dalam mengendalikan emosi.

Jika anak mendapat tekanan atau masalah menjadi cenderung agresif atau meluap-luap emosinya dalam bentuk ucapan atau perbuatan, seperti memaki, merusak, memukul dan mengurung diri, serta menangis. Apabila menemukan siswa dengan kondisi sulit mengendalikan emosi yang ditandai dengan sering membuat kekacauan di kelas, melanggar peraturan sekolah, sukar menyelesaikan permasalahan yang dihadapi, sedih berlarut-larut, bersikap tidak toleran, berbicara kasar, senang menertawakan kesalahan orang lain, merusak fasilitas sekolah, tidak mendengarkan nasehat guru, terlihat menantang, mudah terpancing amarah, mengalami percekcokan dengan temannya, bahkan terjadi perkelahian, dan lain sebagainya, sebenarnya apa yang terjadi pada mereka?

Karena menurut Chaturvedi & Chander (dalam Setyawan 2016), disebutkan bahwa ada lima indikator dalam kestabilan emosi, yaitu :optimism, empati, kemandirian, ketenangan, toleransi. Maka  sebagai pendidik berusaha mencari penyebab atau akar masalah dari perbuatan peserta didik tersebut. Diantaranya adalah dengan melihat beberapa perspektif, seperti:

  1. Permasalahan keluarga (broken home)

Broken home adalah kurangnya perhatian keluarga atau kurangnya kasih sayang orang tua, sehingga membuat mental seorang anak menjadi frustasi, brutal dan susah diatur. Broken home sangat berpengaruh besar pada mental seorang peserta didik, hal inilah yang mengakibatkan Peserta didik tidak mempunyai minat berprestasi.

Broken home juga bisa merusak jiwa anak sehingga dalam proses pembelajaran di sekolah mereka bersikap seenaknya saja, tidak disiplin, selalu membuat keonaran dan kerusuhan, hal ini dilakukan karena mereka cuma ingin mencari simpati pada teman-teman mereka bahkan pada guru-guru mereka. Suasana dan keadaan keluarga tersebutlah yang mau tidak mau menentukan bagaimana dan sampai mana belajar dialami dan dicapai oleh anak-anak.

Beberapa dampak broken home bagi prestasi anak, seperti: 1.) Tidak memiliki motivasi untuk belajar. 2) Cenderung lebih memilih diam atau jarang berpendapat. 3.) Rasa peduli terhadap teman terkadang rendah. 4) Konsentrasi belajar menjadi terganggu. 5) Terdapat perbedaan motivasi belajar pada siswa yang berasal dari keluarga broken home dengan motivasi belajar siswa dari keluarga utuh. motivasi belajar anak yang berasal dari keluarga broken home lebih rendah daripada motivasi belajar siswa dari keluarga yang utuh.

  1. Permasalahan pergaulan

Jika seorang siswa bergaul dengan kelompok yang berprestasi maka akan berpengaruh pula terhadap peningkatan prestasi belajarnya, namun sebaliknya, siswa yang bergaul dengan kelompok yang melanggar aturan sekolah dan mengalami kesulitan dalam belajar, maka hasil belajarnya pun akan rendah.

Beberapa penelitian juga sejalan dengan hasil penelitian Evi (2014) yang mengungkapkan bahwa semakin baik pergaulan teman sebaya pada remaja, maka semakin tinggi motivasi serta hasil belajar siswa. Sebaliknya, semakin rendah atau kurang pergaulan teman sebaya maka semakin rendah pula motivasi serta hasil belajarnya.

Jika seorang siswa bergaul dengan kelompok yang berprestasi maka akan berpengaruh pula terhadap peningkatan prestasi belajarnya, namun sebaliknya, siswa yang bergaul dengan kelompok yang melanggar aturan sekolah dan mengalami kesulitan dalam belajar, maka hasil belajarnya pun akan rendah.

Bagaimana peranan teman sebaya terhadap perkembangan emosi remaja? Setelah penelian dilakukan, hasilnya menunjukan bahwa teman sebaya memang mempengaruhi perkembangan emosional anak. Contohnya adalah dengan adanya teman sebaya membuat anak menjadi lebih bertanggung jawab, belajar untuk menahan amarah, berusaha untuk toleransi dan sebagainya

  1. Permasalahan ekomoni

Kesibukan orang tua dalam urusan ekonomi ini sering membuat mereka melupakan tanggungjawabnya sebagai orangtua. Dalam masalah ini, anak-anaklah  yang mendapat dampak negatifnya. Anak-anak sering tidak diperhatikan baik masalah di rumah, di sekolah, sampai pada perkembangan pergaulan anak-anaknya di lingkungan masyarakat. Faktor kesibukan ini biasanya sering dianggap sebagai penyebab utama dari kurangnya komunikasi.

Adapaun cara atau Langkah yang dilakuakan untuk menangani siswa yang bermasalah, khususnya pengendalian emosi dan sedih yang berlarut-larut dengan pendekatan konseling, penanganan siswa bermasalah melalui Bimbingan dan Konseling justru lebih mengutamakan pada upaya penyembuhan dengan menggunakan berbagai layanan dan teknik yang ada.

Penanganan siswa bermasalah salah satunya adalah melalui Bimbingan dan Konseling yang tidak menggunakan bentuk sanksi apa pun, tetapi lebih mengandalkan pada terjadinya kualitas hubungan interpersonal yang saling percaya di antara konselor dan siswa yang bermasalah, sehingga melalui beberapa tahapan siswa tersebut dapat memahami dan menerima diri dan lingkungannya, serta dapat mengarahkan diri guna tercapainya penyesuaian diri yang lebih baik.

Selain melalui bimbingan konseling (BK), treatmen yang dapat dilakukan untuk mengatasi permalasahan peserta didik tentang pengendalian emosi (broken home) sebagai berikut (untuk orang tua) : pertama, Jangan Memperlihatkan Permasalahan didepan anak. Kedua, ajaklah anak untuk berpikiran positif dalam segala kondisi. Ketiga, jangan biarkan anak menyesali diri terhap ap ayang telah terjadi. Keempat, jadilah orang tua sebagai tempat berbagi untuk anak. Kelima, tetap menjaga meintiman dan keharmonisan keluarga.

Peningkatan prestasi dapat memengaruhi harga diri, menunjukkan kecerdasan, dan meningkatkan locus of control. Sayangnya, masih banyak orang yang kesulitan meningkatkan prestasi pada masa-masa keemasan ini. Prestasi bisa menjadi salah satu faktor diterimanya seseorang dalam berbagai golongan masyarakat.

Selain itu, prestasi tidak hanya terbatas di satu bidang saja. Peserta didik dapat meningkatkan prestasi, baik di bidang internal maupun ekstrakurikuler. Terlebih, prestasi yang cemerlang akan membawa peserta didik pada kesuksesan di masa depan. Sebaliknya, jika prestasi menurun, peluang seseorang ke berbagai tujuan akan semakin sempit. Cara yang dapat lakukan sebagai pendidik untuk untuk memaksimalkan potensi diri siswa dan meningkatkan prestasinya diantaranya:

Pertama, menguatkan niat dan tekad peserta didik, “segala sesuatu diawali dengan niat” memang benar adanya. Tanpa niat untuk meningkatkan prestasi, seseorang tidak bisa langsung sukses begitu saja. Namun, tanpa adanya tekad yang kuat, seseorang bisa saja berhenti di tengah jalan ketika menghadapi rintangan yang berat. Tekad merupakan suatu hal yang membuat individu berada dalam ritme yang sama secara terus-menerus. Sebagian besar orang akan penuh dengan semangat saat pertama kali melakukan usaha yang telah diniatkan. Namun, seiring berjalannya waktu, semangat pastinya akan mengalami pasang dan surut ketika dihadapkan dengan hambatan. Tekad yang bulat bisa menjadi perisai bagi Anda agar tetap berusaha meskipun semangat telah pudar. Niat dan tekad yang kuat untuk meningkatkan prestasi.

Kedua, mengembangkan kemampuan dan bakat peserta didik. Gali potensi diri peserta didik dengan mengembangkan kemampuan dan bakat yang dimiliki. Percuma saja memiliki bakat, tetapi tidak pernah dilatih. Seseorang yang bekerja keras tentunya memiliki peluang kesuksesan yang lebih besar ketimbang seseorang yang punya bakat, tetapi malah bermalas-malasan. Kemampuan dan bakat tidak hanya berkutat dalam akademik, tetapi juga di bidang nonakademik. Selain mengikuti pelajaran rutin di sekolah, peserta didik dapat diarahkan mengikuti ekstrakurikuler sesuai minat. Jika masih bingung menentukan atau tidak tahu potensi seperti apa yang terpendam dalam diri.

Ketiga, mengembangkan potensi diri peserta didik. mengembangkan potensi diri peserta didik sangat mudah. Perlu diketahui bahwasanya setiap peserta didik pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Dalam proses menggali potensi diri sangat penting untuk mengidentifikasi keduanya. Tujuan mengetahui kelebihan dan kekurangan diri peserta didik yaitu supaya mempermudah untuk mencapai tujuan dan juga mempersiapkan diri mereka untuk menghadapi masalah yang nantinya akan dihadapi dan mencari solusi atau mengatasinya dengan terbaik.

Keempat, memperbaiki akhlak peserta didik, berbuat buruk bisa berupa apa pun. Mulai dari menyontek, mencuri barang orang lain, maupun menipu teman. Prestasi yang besar harus diimbangi dengan akhlak dan karakter yang positif. Seseorang tidak akan benar-benar dihargai jika memiliki sikap yang buruk, meskipun dirinya memiliki prestasi gemilang. Perbaikan akhlak bisa dimulai dengan cara mengenali diri sendiri, menjalin hubungan positif dengan orang lain, serta mengatasi kelemahan.

Langkah ini dapat menjaga kesehatan mental dan lebih menyadari emosi-emosi yang sedang dialami. Seseorang yang mampu mengenali dirinya akan lebih fokus terhadap peningkatan prestasi dan menguasai kendali dalam situasi apa pun. Tak hanya berfokus pada diri sendiri, jalinlah hubungan baik dengan orang lain. Ada berbagai cara untuk menerapkannya. Misalnya, membantu seseorang yang kesusahan semampu Anda, bersikap ramah dan murah senyum, ataupun berlaku jujur. Jika bertindak sebagai pemimpin dalam suatu kelompok, sikapilah segala sesuatu dengan tegas, adil, dan bijak.

*) Penulis adalah Pendidik di SMK Negeri 4  Tangerang Selatan

Tulisan Lainnya
PENGUMUMAN HASIL SELEKSI PPDB TAHUN PELAJARAN 2022/2023

Diumumkan Hari Senin Tanggal  4 Juli 2022. Sesuai Surat Keputusun  Hasil Seleksi Penerimaan Peserta Didik Baru. Bagi Calon Peserta Didik yang dinyatakan Lulus Harus Melakukan

03/07/2022 16:34 - Oleh Administrator - Dilihat 49530 kali
INFO PPDB 2022/2023

Berikut Informasi PPDB SMKN 4 Kota Tangerang Selatan Tahun Pelajaran 2022/2023 secara resmi telah terbit alur pendaftaran. info ini juga bisa diakses dimedia sosial. Ig: @osis_smkn4tang

30/05/2022 13:27 - Oleh Administrator - Dilihat 9145 kali
Verifikasi Uji Kompetensi Keahlian SMKN 4 Tangerang Selatan 2021/2022

SMK Negeri 4 Tangerang Selatan pada Rabu, 9 Maret 2022 telah melaksanakan verifikasi persiapan pelaksanaan Uji Kompetensi Keahlian yang dipimpin langsung oleh Ibu Umu Salamah selaku Kas

10/03/2022 13:46 - Oleh Administrator - Dilihat 3119 kali
Galeri Prestasi SMK Negeri 4 Tangerang Selatan 2020-2021

Nabil Syauqi Putra Nazzaili XI Animasi - Juara Lomba Menggambar Tingkat Nasional    2. Tina Noviana XI Animasi - Juara Lomba Pencak Silat Tingkat Kota dan Nasional 2

12/02/2022 16:23 - Oleh Administrator - Dilihat 965 kali
Siswa Berprestasi SMKN 4 Tangerang Selatan

 

17/06/2021 16:21 - Oleh Administrator - Dilihat 3170 kali